Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 April 2010


10 Misteri Otak Manusia yang Belum Terpecahkan

Jangankan alam sekitar, diri sendiri kita pun masih banyak menyimpan tanda tanya. Otak manusia bisa disamakan dengan prosesor komputer. Bedanya, kinerja prosesor dapat diuraikan secara logika, sedangkan otak kita tidak.

Ada sepuluh misteri yang masih menyelubungi seluk beluk otak manusia. Ilmuwan masih terus mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Tapi tetap saja misteri itu merupakan rahasia kehidupan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Berikut 10 misteri seputar otak manusia yang kita alami sehari-hari, tapi tetap kita tak mampu mencari penyebabnya.

1. Kesadaran

Saat bangun di pagi hari, kita tersadar dari tidur. Menikmati sinar matahari dari celah jendela, udara pagi nan sejuk, dan seterusnya. Kita menyebutnya sebagai kesadaran. Bidang ini memicu topik majemuk yang dibahas ilmuwan sejak zaman dulu. Pakar neurologi mutakhir menjabarkan kesadaran sebagai suatu topik riset realistis.

2. Hidup Membeku

Hidup abadi memang hanya ada dalam khayalan manusia. Namun ilmuwan telah menemukan cryonic, temuan yang mampu membuat manusia memiliki dua kehidupan. Salah satu pusat cryonic adalah Alcor Life Extension Foundation, di Arizona, yang menyimpan tubuh mahluk hidup dalam tabung berisi nitrogen cair dengan suhu minud 320 fahrenheit.

Idenya adalah manusia yang sudah meninggal akibat penyakit akan dicairkan dan dihidupkan kembali di masa mendatang saat penyakit itu sudah bisa disembuhkan. jenazah Ted Williams, pemain baseball kenamaan disimpan di sini. Karena teknologinya belum ditemukan, maka penghidupan kembali belum dilakukan. namun tubuhnya sudah “dilelehkan” dengan suhu yang tepat sehingga sel-selnya membeku dan memecah.

3. Misteri Kematian

Bagaimana manusia menjadi tua? manusia terlahir dengan mekanisme tubuh yang mampu bertahan dari penyakit. Itu sebabnya luka bisa sembuh sendiri wanta diobati. Tapi seiring dengan bertambah usia, mekanisme itu menurun. kenapa bisa begitu? Ada dua teori penjelasannya. Pertama, penuaan adalah bagian dari genetika manusia. Kedia, penuaan adalah hasil dari sel-sel tubuh yang rusak.

4. Nature vs Nurture

Perdebatan tentang pikiran dan kepribadian manusia masih berkutat antara dua hal di atas. Kepribadian dan pemikiran manusia dikatakan dikontrol oleh gen atau lingkungan?Atau bisa jadi keduanya? Masih belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang hal ini.

5. Pemicu otak

Tertawa adalah hal yang paling sedikit dipahami dari perilaku manusia. Para ilmuwan menemukan bahwa selama tertawa, ada tiga bagian otak yang terlibat. Pertama, bagian yang berpikir sebelum kita memahami suatu gurauan. Kedua, area yang bergerak untuk memberitahu otot kita untuk melakukan sesuatu. Lalu sebuah area emosional yang menggugah perasaan geli.

John Morreall, ilmuwan peneliti humor dari College of William and Mary, menemukan bahwa tertawa adalah respon bermain atas kisah yang tidak sesuai dengan harapan. Tertawa juga mampu menular pada orang lain.

6. Daya Ingat

Beberapa pengalaman sulit dilupakan, sebaliknya kita justru kerap melupakan hal-hal penting. Bagaimana itu bisa terjadi? menggunakan teknik pencitraan otak, ilmuwan menemukan adanya mekanisme yang bertanggungjawab pada penciptaan dan penyimpanan memori. mereka menemukan hippocampus dan materi abu-abu otak yang berperan sebagai kotak memori. Tapi mengapa ada memori yang mudah diingat dan dipukana, masih tetap jadi misteri.

7. jam Biologis

Otak juga memiliki nukleus suprachiasmatic nucleus alias jam biologi. Bagian ini memprogram tubuh untuk mengikuti irama waktu 24 jam. Jam biologi juga menyesuaikan suhu tubuh, siklus bangun tidur, juga produksi hormon melatonin. Perdebatan terakhir adalah apakah suplemen melatonin mampu mencegah jet lag?

8. Perasaan Dihantui

Diperkirakan 80 persen dari sensasi pengalaman termasuk gatal, tertekan, nyaman dan rasa sakit datang dari bagian tubuh yang hilang. Ada orang yang mengalami adanya organ tubuh mereka yang tidka nampak tapi bisa merasakan. Salah satu penjelasan adalah adanya area syaraf di salah satu organ tubuh yang menciptakan konseksi baru pada saraf tulang belakang dan berlanjut mengirimkan sinyal ke otak.

9. Tidur

Mengapa manusia butuh tidur? Ilmuwan paham bahwa semua mamalia butuh tidur cukup. Tidak cukup tidur berkepanjangan akan menimbulkan halunisasi bahkan kematian. Ada dua tingkatan dalam tidur, yakni tidur yang non-rapid eye movement (NREM), terjadi selama otak memperlihatkan rendahnya aktivitas metabolik. Lalu tidur tingkat rapid eye movement (REM), saat otak masih cukup aktif.

10. Mimpi

Selain tidur, mimpi juga menjadi misteri. Kemungkinannya adalah, bermimpi merupakan latihan otak yang menstimulasi trafik synap antar sel-sel otak. Teori lain mengatakan manusia bermimpi mengenai tugas dan emosinya yang tak sempat diperhatikan selama mereka terjaga di siang hari.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com

Kredit foto: www.ucdmc.ucdavis.edu

Selasa, 20 April 2010

Gejala Aneurisma Kerap Tidak Dikenali


Gejala Aneurisma Kerap Tidak Dikenali
Senin, 19 April 2010 | 06:36 WIB
Shutterstock
Ilustrasi otak

Jakarta, Kompas - Aneurisma otak yang belum pecah pada umumnya gejalanya sulit dikenali. Padahal, pengenalan gejala sejak awal menjadi sangat penting agar penanganan lebih dini dan tidak berakibat fatal.

Hal itu dikemukakan Prof Dr dr Eka Julianta Wahjoepramono Sp BS, Sabtu (17/4), yang hari itu dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Dalam kesempatan itu, Prof Eka membacakan orasi ilmiah ”Bedah Saraf: Dari Panca Indera ke Indera Maya, dari Operasi Batang Otak ke Aneurisma Raksasa”.

Pidato pengukuhan itu menjelaskan perjalanan bedah saraf yang semula mengandalkan pancaindra semata hingga muncul berbagai alat canggih yang membuat bedah saraf semakin berkembang. Acara pengukuhan dihadiri Prof Peter Black selaku Presiden World Federation Neurosurgical Societies, Harvard Medical School.

Dalam orasinya Prof Eka memaparkan, aneurisma ialah penggelembungan pembuluh darah otak yang bisa terjadi di setiap arteri di otak, khususnya pada percabangannya dan paling banyak terjadi pada daerah sirkulus arteriosus willisi yang ada di dasar tengkorak. Penggelembungan darah otak itu terjadi karena tidak terbentuk lapisan otot pada pembuluh darah otak sehingga dinding menjadi tipis yang akan menggelembung karena semburan aliran darah dalam waktu lama. Jika aneurisma pecah, terjadilah pendarahan di otak.

Pada sebagian kecil penderita dapat timbul gejala akibat tekanan pada aneurisma raksasa, yakni pada struktur saraf di sekitarnya. Sebanyak 15-30 persen penderita pecah aneurisma raksasa pada struktur otaknya mengalami peringatan awal berupa sedikit rembesan darah dari aneurisma otak. Gejala yang timbul antara lain nyeri kepala hebat disertai kaku kuduk.

Aneurisma yang tidak dikenali gejalanya amat berbahaya karena bisa terjadi pecah ulang. Pecah kedua kalinya selalu berakibat lebih fatal dan seterusnya. Eka mengungkapkan, mengenal tanda pecahnya aneurisma selagi masih ringan amat penting agar pasien segera didiagnosis dan ada tindakan secepatnya untuk mencegah pecah ulang. Merupakan tugas para dokter bedah saraf untuk mengedukasi masyarakat agar mengenal tanda-tanda dan gejala pecahnya aneurisma otak sebelum jadi fatal.

Terapi guna menangani aneurisma otak biasanya dengan prosedur kliping atau embolisasi. Kliping ialah pembedahan mikro dengan menjepit leher aneurisma sehingga aneurisma tidak lagi teraliri darah dari pembuluh darah induk. Tingkat sukses penjepitan mencapai 80-90 persen. Sementara embolisasi adalah penyumpalan atau penyumbatan aneurisma. Prosedur-prosedur tersebut sudah dapat dilakukan oleh dokter-dokter di Indonesia.

Dia mengatakan, penanganan aneurisma memang masih sangat mahal, apalagi jika pasien datang dengan kondisi berat sehingga harus di ruang rawat intensif. ”Kami, para dokter, berupaya memberikan bantuan, misalnya membebaskan pasien tidak mampu dari biaya dokter. Tetapi, kalau sudah menggunakan ruang perawatan intensif di rumah sakit memang menjadi sangat mahal karena bisa mencapai jutaan rupiah per hari,” ujarnya. Ketersediaan dokter bedah saraf pun sangat terbatas.

Prof Black mengatakan, idealnya rasio dokter bedah saraf dengan populasi adalah 1:250.000. Namun, di Indonesia, rasionya masih 1:2.000.000. (INE)
sumberhttp://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/19/06363252/Gejala.Aneurisma.Kerap.Tidak.Dikenali

Otak Kucing Inspirasi Komputer Masa Depan
Ellyzar Zachra PB

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta- Perangkat elektronik yang meniru kerja sel otak kucing memungkinkan komputer untuk belajar satu hari nanti dan mengenali banyak informasi mirip yang dilakukan manusia.

Perangkat mirip otak mungkin menyelesaikan lebih banyak keputusan rumit dan menampilkan lebih banyak tugas secara simultan dibandingkan kemampuan komputer konvensional, ungkap peneliti.

“Kami mengembangkan komputer dengan cara yang sama dalam pengembangan alami sebuah otak,” ujar peneliti Wei Li, seorang ahli komputer dari University of Michigan.

Mikrochip biasanya tergantung pada transistor, di mana pada dasarnya berubah dari on atau off yang menampilkan data seperti digit biner atau bit 1 dan 0.

Perangkat yang diselidiki oleh University of Michigan adalah sebuah perkembangan dari “memristors”. Sirkuit elemen ini, tidak seperti yang lain, membawa memori dari tindakan sebelumnya, di mana ketika Anda mematikan daya dari perangkat tersebut, memristors akan mengingat berapa banyak penerapan sebelumnya dan berapa lama.

Sifat yang sangat alami dari memristors membuat mereka bertindak seperti sinapsis, yang menghubungkan sel-sel otak atau neuron bersamaan. Sinapsis berfungsi sebagai alat konfigurasi ulang yang dapat membentuk jalur yang menghubungkan ribuan neuron, seperti memristor mereka mampu mengingat jalur berdasarkan kekuatan dan waktu dari sinyal elektrik yang diterima dari neuron.

Satu dari komputer super yang paling canggih di dunia Dawn, di laboratorium Lawrence Livermore National dapat menstimulasi 1 miliar neuron dan 10 triliun sinapsis, melebihi skala otak kucing.

Tidak hanya itu, di mesin yang sangat besar dengan lebih dari 140.000 unit pengelola yang membutuhkan jutaan watt listrik, masih menampilkan 100 hingga 1000 kali lebih lambat daripada otak kucing.

Di komputer konvensional, elemen dari logika dan memori ditaruh di bagian yang berbeda dari sirkuit dan elemen lain yang hanya terkoneksi ke beberapa bagian sirkuit lain.

Sebagai kesimpulan, komputer biasa bekerja dalam cara linear, baris demi baris, membuat mereka bekerja sangat baik pada pelaksanaan tugas-tugas yang relatif sederhana dengan variabel terbatas.[ito] sumber :http://inilah.com/news/read/teknologi/2010/04/18/470451/otak-kucing-inspirasi-komputer-masa-depan/